Mengoptimalkan Perkembangan Bayi Usia 9 Bulan Dengan Stimulasi yang Tepat

stimulasi bayi usia 9 bulan

Mendekati usia 1 tahun bayi akan terus berkembang sesuai dengan usia perkembangannya.

Pada bayi usia 9 bulan, mengalami perkembangan semakin maju dibanding usia sebelumnya pada berbagai aspek.

Bayi mulai mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki, misalnya bayi mulai belajar merangkak dan berdiri.

Kemampuan yang demikian perlu dikembangkan orang tua dengan memberikan stimulasi yang tepat.

Berikut hal yang perlu diperhatikan dalam upaya mengoptimalkan perkembangan bayi 9 bulan:

  1. Mengoptimalkan Perkembangan Fisik

Memperhatikan nutrisi yang diberikan pada bayi sangatlah penting.

Mengingat di usia 9 bulan pertumbuhan fisik bayi semakin pesat, untuk itu perlu diimbangi dengan pemberian asupan yang bergizi.

Memperkenalkan makanan bertekstur sedikit keras bisa menjadi salah satu alternatif orang tua untuk merangsang pertumbuhan gigi.

Pada umumnya di usia 9 bulan bayi mulai aktif merangkang dan belajar berdiri.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan nutrisi bayi, untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Selain itu perkembangan bayi 9 bulan seperti merangkang dan belajar berdiri mulai di stimulasi agar bisa melakukan hal tersebut.

Baca Juga: Bayi Baru Lahir Mengalami Belekan, Apakah itu Normal?

  1. Mengoptimalkan Perkembangan Motorik

Ruang gerak untuk bayi usia 9 bulan perlu diperhatikan oleh orang tua, karena di usia ini bayi mulai aktif bergerak. Untuk itu, ruangan yang lebih luas hendaknya disediakan oleh orang tua agar bayi dapat dengan leluasa mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Selain luas, orang tua juga perlu memperhatikan keamanan dan kenyamanan bayi saat sedang aktif bergerak.

Pasalnya di usia ini bayi dapat menjangkau dan memindahkan benda-benda di sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan orang tua.

  1. Mengoptimalkan Perkembangan Kognitif

Keingintahuan bayi mulai berkembang di usia ini, mereka mulai memasukkan apa saja ke mulutnya.

Hal ini terkait rasa ingin tahu bayi pada benda-benda di sekitarnya, karena mereka mulai mengenal tekstur dan warna benda tersebut.

Guna mengembangkan kognitif bayi, orang tua bisa memberikan mainan-mainan dengan berbagai macam warna guna memberikan rangsangan agar dapat mengenali warna.

Bentuk mainan juga perlu diberikan variasi agar bayi mulai belajar membedakan bentuk benda di sekitarnya.

Akan tetapi, hindari mainan yang bertekstur terlalu keras dan tajam agar bayi tetap aman dan nyaman saat bermain.

Baca Juga: Kenali Bayi Baru Lahir Mencret Dan Cara Mengatasinya

  1. Mengoptimalkan Perkembangan Sosial

Bayi sudah belajar mengenali lingkungannya, mereka mengenali orang yang dekat dengannya.

Selain itu, bayi juga sudah mengetahui orang yang belum pernah atau sesekali mereka lihat.

Di usia sebelumnya bayi masih takut untuk dekat dengan orang baru, mereka cenderung merasa tidak nyaman.

Namun, pada usia ini bayi mulai bisa dekat dengan orang baru, mereka mulai berinteraksi dengan lingkungannya seperti melambaikan tangan dan memberikan cium jauh pada orang yang dilihatnya.

Pada usia ini hendaknya orang tua memberikan stimulasi yang tepat dengan mengenalkan anak pada lingkungan sekitarnya.

  1. Mengoptimalkan Perkembangan Bahasa Dan Emosi

Selain memahami beberapa kata, bayi di usia ini juga sudah dapat menunjukkan pemahaman kata dengan gestur tubuh yang sesuai.

Misalnya ketika mendengar orang lain mengucapkan kata iya bayi memberikan respon dengan mengangguk.

Selain memahami kata, di usia ini bayi sudah dapat mengekspresikan emosi secara lebih jelas. Misalnya tertawa, menangis, maupun marah ketika mainannya direbut.

Tugas orang tua dalam hal ini adalah mengajak bayi berinteraksi secara intens dan memberikan contoh respongestur maupun ekspresi yang tepat.

Stimulasi yang tepat perlu diberikan oleh orang tua untuk mengoptimalkan perkembangan bayi 9 bulan.

Beberapa hal mengenai uraian di atas kiranya  dapat memberikan gambaran bagi orang tua  tentang upaya mengoptimalkan perkembangan bayi 9 bulan secara tepat.

Baca Juga: Penyebab Bayi Baru Lahir Jarang Pipis atau Buang Air Kecil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here