Jangan Panik, Inilah 6 Hal Yang Menjadi Penyebab Bayi Panas

Salah satu kondisi yang seringkali membuat hati orang tua panik adalah ketika bayi mereka terserang panas.

Apalagi jika bayi anda tiba-tiba panas tanpa alasan yang jelas. Pasalnya, seorang bayi belum bisa berbicara dan menjelaskan apa yang ia rasakan.

Sakit Panas/Demam bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah reaksi atau gejala sampingan yang muncul ketika sistem imun tubuh berusaha melawan kuman.

Untuk mengobatinya, orang tua tentu harus mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Nah, dibawah ini ada 6 penyebab bayi panas.:

  1. Infeksi Virus

Bila bayi sedang aktif bermain di lantai, tidak jarang jika tiba-tiba keesokan harinya bayi panas tinggi, hal itu disebabkan oleh virus yang ada di lantai rumah anda.

Infeksi yang menyerang bayi anda itu hanya infeksi ringan. Infeksi virus dapat ditandai dengan pilek atau batuk, atau  juga diare.

Sebagian infeksi virus muncul tanpa ada gejala batuk, pilek atau gangguan lainnya. Ciri khas dari infeksi virus, yaitu demam tinggi dalam 1-2 hari pertama.

  1. Pasca Imunisasi

Terkadang setelah bayi melakukan imunisasi efek sampingnya adalah bayi terserang panas. Namun, tidak semua imunisasi menyebabkan hal itu. Biasanya yang menyebabkan efek badan panas adalah imunisasi campak, hepatitis B dan imunisasi DPT.

Bayi akan mengalami panas ringan setelah 2-3 hari pemberian imunisasi. Umumnya disertai gejala seperti kurangnya nafsu makan, rewel, munculnya ruam-ruam merah, dan bengkak di daerah yang telah disuntik.

Anda tidak perlu panik karena hal ini memang wajar sekali terjadi, tapi jika panas tidak turun-turun dan suhu naik drastis anda bisa bawa ke dokter.

  1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyebab bayi panas yang paling harus diwaspadai adalah DBD. Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti sangat berbahaya dan berisiko mengancam keselamatan.

Biasanya bayi yang menderita demam berdarah akan menunjukkan beberapa gejala, seperti demam tinggi, nafsu makan berkurang, mual, muntal, dll. DBD akan tampak setelah 4 hari bayi tergigit nyamuk.

Dalam kondisi yang lebih parah bisa menyebabkan trombosit menurun dan kebocoran pembulu darah.

  1. Diare

Ketika bayi terserang diare disertai dengan panas tinggi, sebaiknya segera bawa bayi ke rumah sakit terdekat. Umumnya penyakit ini disebabkan adanya mikroorganisme di dalam usus.

Gejala diare adalah tubuh lemas, bibir kering, suhu tubuh mencapai 39 ºC dan tinja encer. Ketika bayi mengalami hal itu, sebaiknya bunda memperbanyak pemberian ASI dan oralit.

Baca Juga: Inilah 6 Penyebab Bayi Kembung

  1. Malaria

Penyebab bayi panas yang sama bahayanya dengan DBD adalah Malaria. Penyakit ini mudah sekali menyerang bayi.

Malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles.

Umumnya bayi yang terserang malaria akan menunjukkan beberapa gejala,seperti demam tinggi, nafsu makan menurun, rewel, dll.

Akibat yang ditimbulkan juga sangat serius, maka dari itu segera mungkin diambil tindakan.

  1. Cacar Air

Penyebab bayi panas yang sering sekali dialami bayi adalah cacar air. Wajar saja bayi mengalami hal itu, karena kulit bayi masih sensitif terhadap virus.

Bayi yang mengalami cacar air ditandai dengan munculnya ruam-ruam merah diseluruh tubuh dan wajah. Penderita cacar air akan mengalami peningkatan suhu tubuh.

Penyakit ini harus cepat diobati, supaya tidak parah. Untuk mengobatinya, biasanya memberi salep khusus bayi.

Jadi bagi orang tua tidak usah panik ketika bayi anda terserang panas. Sebaiknya ketika bayi panas, segera membawanya ke dokter untuk penanganan yang lebih lanjut.

Lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Itulah 6 penyebab bayi panas, semoga orang tua dapat memperhatikan bayinya dengan ekstra.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Bayi Susah Makan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here