5 Hal yang Perlu Anda Perhatikan Ketika Bayi Baru Lahir sering BAB

bayi sering bab

Jika anda adalah seorang mama muda, wajar jika anda merasa penasaran dengan buah hati anda yang sering BAB, apalagi usianya baru sekitar 0-3 minggu. Sebenarnya wajar saja jika bayi baru lahir sering BAB.

Hal itu karena pada bayi baru lahir mengandung bilirubin dalam tubuhnya yang kemudian dikeluarkan melewati feses dan urine bayi. Biasanya jumlahnya hanya sedikit dan berbentuk cair. Akan tetapi mama harus tetap waspada dengan BAB si bayi. Berikut 5 hal yang perlu anda perhatikan pada bayi baru lahir sering BAB:

  1. BAB Bayi Asi Dan Bayi Susu Formula

Kedua makanan utama bayi ini tentunya memiliki perbedaan kandungan nutrisi dan fungsi. Susu ASI akan lebih mudah dicerna oleh bayi sehingga bayi baru lahir yang mengkonsumsi ASI akan lebih sering BAB. Selain itu susu ASI juga mengandung banyak sekali kolesterol dan nutrisi lainnya sehingga cepat berinteraksi dengan usus si bayi dari pada kandungan yang ada dalam susu formula. Risiko terkena infeksi saluran pencernaan pada bayi ASI juga lebih rendah dari pada bayi Susu Formula.

  1. Frekuensi Normal Bab Bayi Dalam Sehari

Sebenarnya, frekuensi BAB bayi tiap harinya tidak menentu, tergantung dari ketahanan sistem pencernaan si bayi. Namun, frekuensi normal bayi ASI ialah sekitar 7 sampai 10 kali dalam sehari. Selain itu, bayi dengan konsumsi susu formula biasanya akan BAB paling tidak 4 kali dalam sehari. Jika frekuensi BAB bayi baru lahir melebihi angka normal, berarti bayi anda sedang mengalami diare, sembelit atau alergi terhadap satu makanan. Jika terjadi demikian, segeralah periksakan kondisi bayi anda ke dokter.

  1. Bentuk BAB Si Bayi

Bentuk BAB pada bayi baru lahir biasanya cair dan hanya sedikit. Jika BAB bayi baru lahir anda sering dan cair, berlendir dan bau, biasanya bayi anda mengalami diare. Sedangkan jika bentuk BAB sang bayi keras dan kering, mungkin si bayi alergi terhadap suatu makanan. Pada bayi ASI, mungkin bayi alergi terhadap salah satu makanan yang dikonsumsi sang ibu. Sedangkan pada bayi susu formula, mungkin bayi alergi terhadap laktosa.

  1. Warna BAB Si Bayi

Ibu harus memperhatikan warna dari BAB si bayi yang baru lahir. Warna hijau gelap berarti bayi tidak cocok dengan susu formula yang diberikan sehingga mengalami alergi. Warna hitam menandakan adanya darah yang ikut tercerna dalam usus bayi dan berarti kandungan laktosa pada ASI terlalu berlebihan. Jika warnanya pucat (hampir putih), pertanda si bayi sedang mengalami infeksi. Jika warna-warna feses bayi baru lahir tersebut muncul, maka segeralah periksa ke dokter.

  1. BAB Bayi Yang Disertai Kentut Dan Mengejan

Bayi baru lahir sering BAB disertai kentut bahkan mengejan bisa disebabkan oleh dyschezia yang merupakan gangguan dalam BAB. Hal itu terjadi karena sang bayi belum bisa menyamakan relaksasi otot pada panggul, kontraksi otot perut, serta saat pengangkatan lutut. Bisa jadi juga karena konstipasi yang disebabkan oleh konsumsi susu formula sebelum usia 6 bulan. Jika bayi anda sudah stabil dengan susu ASI, maka jangan dulu menggabungkannya dengan susu formula.

Itulah 5 tanda-tanda bayi baru lahir sering BAB yang harus anda perhatikan. Anda harus cermat memahami 5 tanda-tanda tersebut agar bayi anda sehat dan terhindar dari penyakit diare maupun penyakit pencernaan lainnya. Adanya kesalahan pada BAB bayi yang terlalu sering harus segera memperoleh pengarahan dari dokter. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: 7 Penyebab Bayi Baru Lahir Susah Tidur di Malam Hari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here